Pagi
itu Danny sudah siap mengantarkan Ace ke rumah nenek Viena, hari minggu ini Ace
bermaksud untuk menyelesaikan segala masalah keluarga Viena. Pukul 07.00 mereka
telah sampai di rumah nenek Viena. Inspektur Gabriel juga ada disana, kemudian
Ace menjelaskan semuanya pada nenek Viena dan adik-adik Viena. “Kalau semua
harta yang tersisa diambil, lantas bagaimana hidup kami?” tanya Mevi. “Tenang
saja. Kau sendiri kan
yang mengatakan kalau aku sudah seperti saudara kakakmu? Berarti kalian saudaraku juga. Mulai hari ini kalian tinggal di rumahku dan menjadi anggota keluarga baruku, orang tuaku juga memperbolehkan karena mereka tidak bisa meninggalkan pekerjaan mereka diluar negeri. Kau tidak mau aku kesepian kan Mevi?” papar Viena. Seketika itu juga, raut wajah Mevi dan Vheea menjadi cerah. “YEEE !!! KITA PUNYA KAKAK LAGI!” teriak keduanya. Setelah mengurus semuanya, Mevi, Vheea dan nenek Viena pindah ke rumah Ace.
yang mengatakan kalau aku sudah seperti saudara kakakmu? Berarti kalian saudaraku juga. Mulai hari ini kalian tinggal di rumahku dan menjadi anggota keluarga baruku, orang tuaku juga memperbolehkan karena mereka tidak bisa meninggalkan pekerjaan mereka diluar negeri. Kau tidak mau aku kesepian kan Mevi?” papar Viena. Seketika itu juga, raut wajah Mevi dan Vheea menjadi cerah. “YEEE !!! KITA PUNYA KAKAK LAGI!” teriak keduanya. Setelah mengurus semuanya, Mevi, Vheea dan nenek Viena pindah ke rumah Ace.
Sore
harinya, Ace mengajak Mevi dan Vheea untuk nyekar ke makam Viena. “Kakak, kami
sudah punya kakak baru, tapi kami tetep sayang sama kakak” ujar Mevi sambil
mengelus nisan Viena. “Thanks sista, karena
kehadiranmu semua masalah terselesaikan. Semoga kau bisa tenang disana
sekarang. Soal Mevi dan Vheea, serakan saja padaku.” Ujar Ace saat akan meninggalkan
makam Viena.
“Pulang
yuk, udah jam 5. Dah Viena!” ujar Danny. Saat mereka sudah mulai melangkah
pergi, Ace merasa ingin melihat makam Viena lagi. Dan saat ia berbalik..
Viena
berdiri disana..
Ia
tersenyum dan melambaikan tangannya pada Ace. Ace terharu, air matanya menetes
begitu saja. Kemudian bayangan Viena menghilang. Kau sudah tenang kawan, batin
Ace. “Gak balik nona?” ujar Danny, “Loh? Kenapa nangis?” kata Danny terkejut
saat melihat wajah kekasihnya penuh dengan air mata. “Gakpapa, pulang yuk.”
Balas Ace sambil tersenyum dan menggandeng kekasihnya itu.
No comments:
Post a Comment