Wednesday, 12 June 2013

Kantor Pos Surabaya



Kantor pos Surabaya


Dibangun pada tahun 1880, oleh pihak Belanda dan kemudian digunakan sebagai rumah kediaman dan kantor kabupaten Surabaya. Kemudian pada tahun 1881, bangunan ini dijadikan sekolah HBS (Hogere Burger School) Soerabaia sampai pada tahun 1926. Sekolah ini adalah sekolah lanjutan tingkat menengah pada zaman Hindia Belanda untuk orang Belanda, Eropa atau elite pribumi dengan bahasa
pengantar bahasa Belanda. HBS setara dengan MULO + AMS atau SMP + SMA, namun hanya 5 tahun. Ir. Soekarno, salah satu tokoh dari dwi tunggal merupakan salah satu murid di sekolah ini pada tahun 1915-1920 sebelum akhirnya HBS berpindah di jalan Wijaya Kusuma (sekarang dikenal sebagai SMA Kompleks). Dalam sejarahnya, kantor pos ini juga pernah digunakan sebagai Kawah Candradimuka oleh tokoh RI tersebut.





Dalam perjalanannya, gedung ini juga pernah dipergunakan sebagai markas dari Hoofdcommissariaat van Politie (Markas Kepala Komisaris Polisi Soerabaia), kemudian direnovasi dan bentuknya tetap bertahan hingga saat ini.


Setelah selesai dilakukan renovasi gedung tersebut  digunakan sebagai Hoofdpostkantoor (Kantor Kepala Pos Soerabaia) hingga saat ini. Bangunnanya merupakan rancangan dari G.J.P.M. Bolsius dari departemen BOW (Burgerlijke Openbare Werken) Batavia (Jakarta).


Kantor pos ini terletak di jalan Kebun Rojo, didominasi oleh warna krem dan diberi lis / garis hitam. Baru sekitar tahun 1975 ada sentuhan warna oranye yang merupakan warna kebanggan kantor pos.


Kantor Pos terdiri dari beberapa bangunan diantaranya gedung festibul. Gedung festibul adalah Gedung Utama yang merupakan Bangunan Cagar Budaya, yang jug amerupakan bangunan utama dari kantor pos ini. Ruang utama luasnya 25m x 18m dipergunakan sebagai loket serta layanan publik. Loket yang ada sebanyak 26 loket yang posisinya mirip tapal kuda dari arah Timur sampai Barat. Loket-loket tersebut melayani berbagai macam pelayanan. Seperti pengiriman surat, pembayaran kredit dan loket terpadu yang melayani keperluan selain pengiriman surat.


Langit-langit gedung utama kantor pos terdiri dari 6 kuda-kuda besar, ditambah dengan 10 kuda-kuda sedang dan 19 sekat plafon. Terdapat 16 pilar  di dalam gedung tersebut, ventilasi berbahan kaca yang terletak di sisi Utara dan Selatan masing-masing 13 baris membujur dari atas ke bawah.


Di bagian luar gedung terdapat 4 pilar utama yang ada di muka bangunan utamanya yang langsung menghadap ke arah keramaian jalan Kebun Rojo. Dua dari empat pilar yang ada di bagian luar, terdapat bukti bahwa tempat ini pernah dipergunakan sebagai HBS, tempat dimana Ir. Soekarno menimba ilmunya.


Sekilas galeri bagian depan gedung utama Kantor Pos dan bagian dalamnya:





Bagian depan Gedung Utama Kantor Pos Surabaya





Bagian dalam Gedung Utama






Bagian dalam beserta loket dan pilar-pilarnya.


            Di bagian dalam kantor pos, terdapat gudang pengiriman surat, gudang pengiriman barang, kantor P.O. Box, dan lain-lainnya.





Gambar  ini merupakan gambar dari gedung penyimpanan surat. Letaknya di bagian belakang dari kantor pos. Di gedung ini pula terdapat gudang, loket-loket, koperasi, dan biro konseling.


 Gudang barang.





Biro Konseling 


Tempat penampungan sementara surat-surat yang akan dikirim dan surat-surat yang baru datang.
Berikutnya adalah gedung-gedung tua yang sudah tidak dipakai, melainkan menjadi cagar budaya yang dijaga keunikannya. 


Lorong pemisah dari gudang belakang gedung utama menuju gedung samping kantor pos. 


Dari dalam, tampak parkir samping kantor pos yang dipergunakan untuk tempat perkir pengguna sepeda motor.


Gambar ini merupakan lorong dari gedung samping kantor pos











Beberapa foto dari gedung penyimpanan barang yang lama, letaknya berada di bagian samping dari gedung samping kantor pos Kebun Rojo.




   
Berikut ini adalah gambar dari kantor P.O. Box





Kantor P.O. Box digunakan sebagai tempat penampungan dari surat-surat milik suatu instansi dan sebagainya. Tiap nomor P.O. Box mewakili satu instansi, dan jika ada surat masuk ke P.O. Box tersebut, maka surat itu ditujukan untuk instansi yang memiliki nomor P.O. Box tersebut.

No comments:

Post a Comment