Thursday, 18 April 2013

Around Us - Calaposthrotte Tragedy #Phase 4


Sesampainya disana, dia segera memasuki kamar Viena dan meminta semuanya untuk tidak mengganggunya. Di dalam sana, dia membuka kotak kecil itu, di dalamnya ada sebuah bros berbentuk hati dengan ukiran emas putih, ditengahnya ada sebuah batu yang cantik berwarna biru laut. Ia mengamati bros itu, kemudian mendesah “Maafkan aku kawan, tapi
kurasa harus kulakukan.” ucapnya. Ace mencoba mencongkel batu bros itu, dan dia terkejut. Di sisi samping batu itu seperti ada garis yang membelahnya, ia mencoba membukanya dan terbelah. Yang membuatnya kaget, ada sebuah micro SD di belahan batu itu. Karena penasaran, Ace memasukkan micro SD itu ke cardreader dan membukanya di laptop yang selalu dia bawa di tas sekolahnya.

Ketika Ace memasukkan cardreadernya, layar laptop Ace langsung gelap dan kemudian muncul angka, huruf dan lambang-lambang yang tidak beraturan. Kemudian muncul sebuah dialog box yang meminta password untuk memasuki masuk lebih dalam. Kode apa? Mau diisi apaan? Ace mencoba beberapa kata yang berhubungan dengan keluarga Viena, dan semuanya gagal. Sampai muncul sebuah dialog box lain yang menanyakan apa ia membutuhkan clue? Ace menekan icon “Yes” dan kemudian muncul kalimat yang membuatnya harus berfikir keras.

Weight of The World..

Snow White Queen..

Father of Perseus..

Ace bingung, beratnya dunia? Putih salju? Ayah perseus? Berat, putih, poseidon. Jawaban ada di depan mata, tapi dia lupa. Setelah dipikir-pikir, dia baru ingat. “Ah, dasar pelupa!” ujarnya menyindir diri sendiri. Sejurus kemudian, dia mengisi password dan berhasil masuk. Lama ia membaca, akhirnya dia tahu semuanya! “Alright then.”, “PUZZLE SOLVED!” ujarnya.

-xxxxxxxXXXXXxxxxxxx-

Keesokan harinya di sekolah, Ace langsung menemui Danny dan menceritakan apa yang dia temukan kemarin. Kemudian saat Eddie datang, Ace langsung mencegatnya dan menyapanya dengan sebutan yang tidak biasa.

“Selamat pagi Tuan Murray!” ujar Ace sambil mengedipkan sebelah matanya. Eddie tersentak, darimana dia tahu nama kakek buyutku? Batin Eddie. Ada yang tidak beres, fikir Eddie. Ace melirik dari luar kelas. Hahahaha... masuk perangkap kau Ed, batinnya. Sekarang yang harus dia siapkan adalah perasaan tenang dan sok innocent, walau ia tak akan tahu dengan apa yang terjadi nantinya.

-xxxxxxxXXXXXxxxxxxx-

“Ma, kurasa ada sesuatu yang tidak beres. Dia sudah tahu nama kakek buyutku. Aku curiga kalau dia juga tahu akan rahasia dan rencana kita yang juga akan memusnahkan mereka.”

“Kau yakin? Yah, apa boleh buat. Kita musnahkan dulu temanmu itu, dengan begitu jika keluarga Calaposthrotte sudah musnah semua, kita sudah tidak perlu lagi mencari orang lain yang diberi wasiat itu, dan jalan kita untuk mendapatkan semua harta kekayaan kakek buyutmu yang mereka ambil sudah dekat. Nanti pulang sekolah, mama akan suruh orang suruhan mama untuk menangkapnya.”

-xxxxxxxXXXXXxxxxxxx-

“Apa yang sedang kau ramalkan?” tanya Danny ketika melihat Ace mulai mengocok kartu reminya. “Cuman ingin tahu apa yang akan terjadi padaku hari ini. Bagaimana dengan pamanmu? Apa semuanya sudah beres?” jawab Ace, “Tentu saja!”.

Ace mulai menyusun kartu sesuai hexagramnya, dari 7 posisi itu. Kemudian Ace membuka semua kartu kecuali posisi nomor 7, dia cukup puas dengan hasilnya, sementara Danny sedikit tegang dengan hasilnya. Ace cuman tersenyum pada pacarnya dan ia mulai menjelaskan apa yang ada di pikiran Danny. “Kau tak perlu takut dengan posisi kartu ini! Tujuh hati di nomor 2 posisi terbalik, Eddie sedang tidak seperti biasanya karena kurasa dia ketakutan dengan umpanku tadi.” Ungkap Ace tenang. “Joker di posisi nomor 3, masa depan. Aku tahu aku tidak akan mati secepat ini, maka jika kutambahkan satu kartu diatasnya..” ace mengambil satu kartu tertutup dan meletakkannya diatas posisi nomor 3, kemudian ia membukanya, delapan hati, “Well, sudah kuduga, aku takkan mati tapi seseorang dari keluarga Eddie akan menjebakku karena umpan yang kulempar pada Eddie tadi.” Jelasnya singkat. “Apa? Menjebakmu? Bagaimana aku bisa tenang jika mereka menjebakmu?” potong Danny ketika mendengar penjelasan Ace. “Tenang saja sayang, semua sudah terkendali.” Balas Ace sambil mengedipkan mata dan kemudian dia mengambil sesuatu dari tasnya.

“Simpan ini, dan kau pasti tahu apa yang harus kau lakukan nantinya.” Ujar Ace sambil mennyerahkan bungkusan itu pada Danny. Tapi namanya juga pacar, kalau kekasihnya akan melakukan hal yang beresiko, siapa yang tidak akan khawatir? “Bagaimana kau bisa yakin kalau apa yang akan kau lakukan akan berhasil?” tanya Danny prihatin, Ace tertawa kecil “Kau tau, posisi nomor 7 adalah conclusion atau penyelesaian, diatasnya akan kutambahkan satu kartu lagi.” Ucap Ace sambil menambahkan satu kartu diatas posisi nomor 7, “Jika kutaruh diatasnya, saat kubalik dia akan ada di bawah, dan hasilnya..”. Danny terkejut dengan kartu itu dan penjelasan Ace, kemudian keduanya tertawa bersama. “Dasar pacarku peramal sialan! Padahal aku sudah cukup ketakutan. Hahahaha!”

-xxxxxxxXXXXXxxxxxxx-

Ketika bel pulang berbunyi, Danny dan Ace segera keluar sekolah. Kemudian Ace menunggu Danny yang sedang mengambil motornya, tak lama kemudian, Danny sudah muncul. Baru saja Ace akan berjalan menghampiri Danny, sebuah mobil Nissan Serena merah mencegatnya. Ace terkejut, kemudian beberapa pria dengan tampang sangar keluar dari mobil itu dan menangkap Ace. Ace mencoba melawan, tapi ia kalah telak dengan mereka, ia hanya bisa meraung-raung dan berteriak sekeras-kerasnya ketika pria-pria itu mulai mengikat kedua tangannya. “Toloooonnggg!! Toloo... ooonnn...ggg... mmm..pff.....” salah satu pria itu menyekap mulut Ace dan memasukkannya dalam mobil.

“ACEEE !!!” teriak Danny ketika melihat Ace dicegat. Dia langsung gelagapan, dengan cepat ia menyalakan motornya dan mulai mengejar mobil itu. Danny mengendarai motornya dengan kecepatan penuh. Ia tidak mau mengambil resiko terhadap pacarnya! Tapi malang, moil itu sudah melesat lebih jauh ketika lampu merah menyegat Danny dan memaksanya untuk berhenti. “SIAAAALL !!!!!!!!” geram Danny sambil memukuli stang motornya. Apa boleh buat, dia akhirnya kembali ke sekolah untuk mencari akal agar ia bisa menyelamatkan Ace. Kemudian muncul ide di otaknya, Paman Gabriel. Ya, Paman Gabriel mungkin bisa menolongnya. Ia kemudian menelpon kantor pamannya, “Selamat siang, bisa saya bicara dengan Inspektur Gabriel? Katakan saja ini dari Danny keponakannya... Iya? Apa katanya? Baiklah saya akan segera kesana sekarang.”

Sementara Danny sedang menuju ke kantor pamannya, Ace masih mengerang-erang untuk melepaskan diri dari pria-pria sangar yang mengikatnya tadi, namun disisinya kini ada seorang wanita paruh baya yang kini menjambak rambut Ace. “Mana file itu?” ucapnya garang, “AAArrggh.. file apaan sih? Aku gak tau! Aduuuhh.. sakitt!!! Lepaskaannn!!” jawab Ace kesakitan dengan rambutnya yang dijambak seperti itu. “Jangan pura-pura bohong! Geledah tasnya!”, perintahnya pada anak buahnya. “Baik!” seketika itu juga, tas Ace digeledah dan mereka menemukan bros tempat file itu disembunyikan. “Hash! Sesuai dugaan, cepat belah batu yang ada di bros itu!” perintah wanita itu lagi. Mampus aku, batin Ace

Sesampainya Danny di kantor pamannya, dia segera menemui beliau dan menceritakan semuanya. “Kamu ingat ciri-ciri mobil itu?” tanya inspektur Gabriel, “Iya paman, Nissan Serena merah keluaran tahun 2010, kalau tidak salah plat nomornya N xxxx GA” ujar Danny. “Apa kau punya informasi pendukung lainnya?” tanya inspektur Gabriel, “Kurasa tidak.” Jawab Danny, “Baiklah, semoga kita bisa mencarinya dengan cepat!” ujar inspektur Gabriel. Tapi kemudian Danny teringat pesan Ace. Dia segera membuka tasnya dan mengambil bungkusan tadi, dibukanya bungkusan itu yang ternyata isinya adalah GPS. Dengan tersenyum, dia memanggil pamannya lagi “Paman! Kurasa kita bisa menemukannya lebih cepat!” ucapnya girang.

Ace pingsan, bukan karena ketakutan, tapi karena ia dibungkam dengan bau menyengat karena terus meronta-ronta sedari tadi. Wanita tadi akhirnya berhasil mendapatkan micro SD yang disembunyikan di bros itu. Kemudian dia memasukkannya di cardreader dan dia memasangnya ke laptopnya. Tampilan layar laptopnya menjadi hitam dan muncul angka, huruf dan lambang-lambang aneh, kemudian keluar dialog box yang meminta password untuk melihat isinya. Wanita tadi mulai memasukkan kode-kode yang ia ketahui, tapi tidak berhasil. “Ternyata memang berbeda dengan duplikatnya.”, kemudian ia mencoba mencari cluenya. Tapi tetap tidak berhasil, dan akhirnya, sepanjang perjalanan terpaksa ia mencari sendiri kodenya daripada membangunkan Ace yang mungkin akan meronta-ronta lagi.

“Kamu mau nyari apa pake GPS ini Dan? Gak ada tujuannya samasekali.” Kata inspektur Gabriel, baru saja Danny hampir putus asa, tiba-tiba muncul sebuah target di GPS tersebut. “Paman! Ini targetnya muncul! Kita harus segera menyusulnya!” teriaknya girang, “Kamu yakin itu posisi Ace sekarang?” tanya inspektur Gabriel, “Tentu paman! Ace sendiri yang memberiku GPS ini tadi siang, pasti akan menunjukkan posisinya sekarang.” Jawab Danny. Kemudian inspektur Gabriel segera memberi informasi pada anak buahnya. “Kita berangkat sekarang!” ujar inspektur Gabriel.

No comments:

Post a Comment