“Eeenngghhh...”
rintih Ace ketika membuka matanya, dia berfikir, dimana ini? Batinnya. Beberapa
detik kemudian, dia baru sadar. GLEK! Dimana aku sekarang? fikirnya. Ace kini
berada di sebuah ruangan yang cukup kecil seperti gubuk kayu yang tak terawat.
Di depannya terdapat sebuah meja kayu usang yang cukup besar dan sebuah lampu
yang menggantung dari atap. “Aaarrgghh..” geram Ace karena ternyata ikatannya
belum dilepaskan. DAMN! Belum tahu mereka berhadapan dengan siapa. Kemudian dia
berteriak sekeras-kerasnya, “WOY! J****K! LEPASIN GUEE!!!” makinya berharap ada
yang masuk menanggapi teriakannya.
“Wah, si putri tidur sudah bangun!” ucap sebuah suara yang Ace anggap sudah akrab. Jangan-jangan itu Eddie? Batinnya. Kemudian, muncul dua sosok dari pintu di seberang. DAMN! GOD THATS REALLY HIM! Itu benar-benar Eddie, dan wanita yang menjambaknya tadi, apa mungkin itu mamanya? Terus, mana papanya dan Erick? Belum selesai ia dengan pertanyaan di otaknya, wanita itu mencengkeram dagu Ace, “Beritahu aku kode file itu!”, “Hm, gak pernah sekolah ya? Gak diajari tata krama? Aku gak akan bicara kalo belum diberlakukan dengan baik!” bantah Ace. Dengan emosi wanita itu mendorong Ace dan menyuruh anak buahnya untuk melepaskan ikatan Ace. Kemudian Ace duduk dengan santainya. “Sekarang katakan kodenya!”, “Well, yeah.. Tears of Winter.”
Eddie
langsung memasukkan kode itu, dan mereka berhasil masuk ke program tersebut.
Tapi kemudian, yang keluar adalah sebuah permainan dengan dua anak laki-laki
sebagai pemeran utamanya. Wanita itu langsung marah dan membentak Ace, “APA
MAKSUDNYA INI?” tanyanya kasar, “Woah, sabar nyonya, ntar keriput kalo marah
mulu. Lagian game juga belom selesai udah nyolot.” Ejek Ace santai yang membuat
wanita itu semakin naik pitam. Namun kemudian, Eddie menepuk lengan wanita itu
dan berkata, “Sudahlah ma, biar aku selesaikan permainan ini dulu”.
Tapi Eddie
tidak bisa menyelesaikan permainan itu, yang keluar hanyalah kata-kata “YOU
LOSE!”. Wanita itu sangat marah dan kemudian menodongkan pistolnya ke kepala
Ace, “KATAKAN! DIMANA FILE YANG ASLI? KALAU KAU TIDAK MAU BICARA, AKAN KUBUNUH
KAU!” bentaknya, “Bunuh saja, toh kalaupun aku mati kalian tidak akan
mendapatkan informasi dan kalian tidak akan bisa menyandera Mevi ataupun Vheea
karena keduanya sudah kutitipkan pada inspektur Gabriel” jawab Ace tenang.
Eddie menahan mamanya, dan ia berkata “Katakan yang kau ketahui!” perintahnya,
“Hah? Nyeritain ulang? Ogah ah, tadi kan udahh kamu maenin gamenya, harusnya
kamu tahu dong.” Ledek Ace, melihat
tampang Eddie yang sepertinya tidak tahu apapun, akhirnya Ace angkat bicara, “Kurasa
kau kalah dan isi file itu tidak bisa kau baca. Yah, okelah kuceritakan lagi.”
“Alexander
Murray dan adiknya, Gregor Murray adalah saudara kandung yang sangat akur, tak
ada benci diantara mereka. Gregor kemudian menikah dengan Jeannette Terrytera
dan membangun perusahaannya sendiri, sementara Alex menikah dengan Silvanya
Louis dan memimpin perusahaan yang diwariskan ayah mereka padanya. Tapi suatu
hari, perusahaan Alex bangkrut, dan Gregor membantunya. Alex ingin membalas
budi padanya, tapi suatu hari dalam perjalanan dinas, Gregor dibantai oleh
sekelompok pria sangar. Pada saat yang sama Alex dan beberapa anak buahnya
sedang lewat, melihat kejadian itu ia membantu Gregor. Namun malang, Alex dan
beberapa anak buahnya meninggal, dan karena kejadian itu Gregor merasa
beranggung jawab atas keluarga kakaknya, dan perusahaan Alex. Dalam
kepemimpinannya Gregor menemukan suatu keganjilan di aset harta Alex. Ternyata
banyak hasil korupsi di aset Alex, baik itu dari perusahaannya ataupun dari
pajak pemerintah, oleh karena itu dia tidak berani membagikan harta warisan kepada
keluarga Alex. Karena itu Gregor menjadikan keluarga Alex sebagai anggota
keluarganya juga dan menghidupi mereka semua. Tapi Silvanya yang tidak tahu
malah menuduh kalau Gregor yang membunuh Alex dan merenggut semua harta Alex.
Sementara Gregor tidak ingin keluarga Alex tahu dan menyembunyikan semua fakta
itu di microSD yang disembunyikan di
bros bernama Tears of Winter.
Sementara duplikatnya yang palsu berhasil dibuka oleh ayah Viena. Namun seluruh
keturunan Alex dan Silvanya menjadi dendam pada keluarga Gregor karena tidak
mengetahui fakta yang pahit itu, walau sebenarnya fakta itu disembunyikan untuk
menyelamatkan keluarga Alex, dan bros itu diwariskan turun temurun oleh
keturunan Gregor agar tidak ada yang mengetahui rahasia keluarga Alex.” Jelas
Ace panjang lebar.
“Di
wasiat Gregor tertulis bahwa bros itu harus diwariskan ke keturunan pertama,
dan jika ia belum memiliki keturunan akan diberikan pada orang terdekatnya. Itu
kenapa kalian dengan mudahnya membunuh seluruh keturunan Gregor untuk
mendapatkan informasi dan kemudian menculikku dan ingin membunuhku sehingga jika
aku tidak mau bicara kalian tinggal membunuhku karena Viena belum punya
keturunan dan akulah yang akan diberi wasiat selanjutnya.” Ungkap Ace
mengagetkan wanita itu dan Eddie. Kenapa ia bisa tahu? Batin mereka. “Dan satu
lagi, jika kalian memang kalian berhasil mendapatkan harta itu, kalian sudah
pasti akan ditangkap. Bukan hanya karena pembunuhan berantai yang kalian
lakukan tapi juga karena harta korupsi itu. Karena Gregor sudah menyeting agar
brankas harta itu hanya bisa dibuka dengan microSD
tadi.” Jelas Ace.
“Hahaha..
menangkap kami? Jangan harap! Bagaimana mereka bisa tahu? Yang penting sekarang
microSD ini sudah ada di tanganku dan
aku bisa mengambil hartaku.” Ujar wanita itu dengan sombongnya. “Well, yeah.. as long as the satellite can’t
locate your position. But I think thats very impossible ‘cause that microSD had
it own special signal that could be located with the satellite, and the
position can be seen in a GPS that have been syncronized with that microSD.”
Potong Ace mengejutkan mereka. “Dan sekarang kalian kami tangkap!” ucap
inspektur Gabriel yang ternyata sudah sedari tadi menyusup disana. Anak buahnya
langsung mendobrak pintu gubuk itu dan menangkap komplotan wanita itu. Tentu
saja Eddie juga tertangkap, Ace cukup sedih tapi itu tidak bisa dibandingkan
dengan banyaknya nyawa yang telah mereka renggut.
“Ternyata
benar posisi nomor 7 tadi, joker terbalik dan as waru diatasnya. Untunglah kau
selamat princess” ujar Danny seraya
merangku Ace. “Kan sudah kubilang, tenang saja.” Sahut Ace. “Hey, apa kau bisa
mengantarkanku ke rumah Eddie?” tanya Ace, “Sure,
why?” tanya Danny, “Just wanna check
something.” Balas Ace. Ketika mereka akan keluar, inspektur Gabriel
mencegat keduanya. “Aku mendengar tentang korupsi tadi, dan itu kasus yang
sudah sangat lama. Apa aku bisa mengambil barang bukti untuk melepaskan beban
kelauarga Viena?” tanyanya. “Tentu inspektur, tapi jika kau ingin menanyakannya
pada keluarga Viena, aku sarankan untuk mengajakku agar aku bisa menjelaskan
pada mereka.” Papar Ace, “Baiklah, hubungi aku jika kau akan menemui keluarga
Viena.”
Setengah
jam kemudian, Danny dan Ace sampai di rumah Eddie. Saat mengetuk pintu, yang
membuka pintu dan menyambut mereka adalah papa Eddie. Setelah dipersilahkan
masuk, mereka menceritakan apa yang barusan terjadi. “Yah, sudah lama kukatakan
pada mereka untuk tidak lagi mempermasalahkan harta itu. Apa boleh buat jika
mereka tetap mengotot? Aku dan Erick benar-benar bersih dan tidak memiliki
sangkur paut apapun terhadap masalah ini.” Jelas ayah Erick, “Apa bapak tidak
ada niat untuk membebaskan mereka?” tanya Ace penuh selidik. “Tidak, biarkan
mereka menanggung kesalahan mereka dan bisa introspeksi diri.” Ujarnya,
“Baiklah, terima kasih pak. Maaf jika mengganggu, titip salam untuk Erick, kami
permisi dulu.” Ucap Danny sambil berdiri bersiap pergi. “Iya, sama-sama nak,
hati-hati dijalan.”
Danny
mengantarkan Ace samapai pintu rumahnya, saat ia akan berbalik untuk pulang,
Ace menghentikan langkahnya, “Besok temani aku menjelaskan ke Mevi dan Vheea
ya?” pinta Ace. “Tentu saja princess,
takkan kubiarkan kau diculik lagi, aku akan terus disismu.” Ujar Danny lembut
dan kemudian mencium kening Ace, kemudian berbalik meninggalkan Ace. “Sungguh
hari yang panjang!” desah Ace sambil memasuki rumahnya.
No comments:
Post a Comment